Meski Dipenjara, Narapidana Kembali Bangkit Melukis

narapidana

Slamet yang masih berada di penjara, dibalik jeruji besi dia kembali mengerjakan kegiatan melukis. Banyaknya teman dipenjara yang sebentar lagi akan bebas, meminta kepadanya untuk melukiskan wajah untuk dijadikan kenang-kenangan.

Belajar secara otodidak, narapidana yang bernama Slamet Wisnu Wijayanto itu belajar melukis dari tahun 1998. Yang pada sebelumnya, laki-laki berusia 34 tahun itu yang tidak menetap di Yogyakarta dan Solo serta daerah lainnya yang dia kunjungi untuk belajar kepada pelukis jalanan.

Sebelumnya dia tengah mencari ilmu di kota pelajar itu, belajar melukis dari bentuk mata seseorang. Dimana warga yang berasal dari Sukamara tersebut harus membutuhkan selama 5 tahun, untuk memperdalam seni lukis sampai pada akhirnya dia bisa melukis.

Slamet yang berada di penjara karena kasus KDRT yang kepanjangannya Kekerasan Dalam Rumah Tangga, harus menerima ganjaran selama 7 tahun lamanya. Dimana dia, memiliki banyak waktu. Dengan lamanya vonis yang dia terima, dia telah berniat untuk menghabiskan waktunya di dalam penjara dengan melukis.

[caption id="attachment_12431" align="alignnone" width="800"]narapidana napi yang sedang melukis bersama[/caption]

Pernyataan Narapidana di Penjara Yang Gemar Melukis

“Saya ketahuan awal melukis di sebuah buku gambar didalam blok sel. Tidak lama kemudian, saya diberikan alat-alat melukis dari petugas lapas,” ujarnya.

Menurut dirinya, hal yang tersulit untuk melukis bentuk wajah seseorang di bagian matanya.

“Dimana mata dapat melihat karakter seseorang,” ucap Slamet kepada media.

Karena untuk membentuk gambar mata seseorang di dalam sebuah lukisan, dirinya harus membutuhkan waktu selama tiga hari. Yang mana untuk membuatnya pun dengan alat lukis yang tidak sembrangan. Slamet yang didanai oleh Kalapas Klas IIC Pangkalan yang bernama Bun Arief Budiman, dimana diberikan sebuah pensil conte kelas medium yang dibelinya di Paris yang bernilai Rp. 350.000.

“Saya sudah membuat ratusan karya lukis, yang kebanyakan teman-teman sepenjara saya yang akan bebas, saya lukis,” tutupnya.

Waktu untuk membuat wajah dan termasuk badan seseorang, dia mampu menyelesaikannya butuh waktu seminggu. Selain melukis teman sepenjaranya, dia pun juga menggambar seperti Forum Komunikasi Pimpinan Darah atau yang disingkat Forkompimda, Kabupaten Kobal, untuk merayakan HUT RI yang bertepatan pada tanggal 17 Agustus di dalam lapas Klas IIC yang berada di pangkalan Bun.

“Tentunya Tuhan memberikan jalan hidup kembali bagi saya, meski berada didalam penjara. Yang pada sebelumnya melukis udah saya lupakan, namun saya harus melukis kembali,” katanya.

Slamet yang akan dibebaskan di tahun 2018 mendatang, telah mengatakan untuk membuat sebuah lukisan harus dengan menggunakan perasaan dan juga dari mood.

“Untuk membuat lukisan harus memiliki ketajaman naluri dan membiasakan diri dalam melukis. Meski tidak harus dengan media sebuah kanvas atau kertas, namun, saya pun bisa melukis di dinding, kaos, serta playwood. Yang biasanya saya jadikan sebuah media untuk melukis dan juga memperbagus didalam lapas.”

[caption id="attachment_12432" align="alignnone" width="800"]100 napi melukis menyambut 17 agustus para napi lomba melukis[/caption]

Melukis Mampu Menghilangkan Kejenuhan, Jangan Kalah Dengan Narapidana

Pada umumnya, kebanyakan orang bingung untuk menghabiskan waktu luang di akhir pekan. Yang akan membuat mereka merasa jenuh dengan kegiatan begitu-begitu saja. Maka dari itu untuk bisa menghilangkan Kejenuhan, anda bisa mengikuti kegiatan kursus melukis.

Sepeti contoh yang diatas, seorang narapidana yang menghabiskan waktunya di penjara, memulai kembali untuk melukis. Masa kalian kalah, dengan seorang narapidana yang membuat ratusan karya lukisannya. Anda tidak perlu merasa jenuh lagi, segera daftarkan diri kalian ke tempat kursus melukis yang Func Paint, di BSD, kota Tangerang Selatan.

Tentunya kalian akan mendapatkan pengalaman baru dan dapat bebaur dengan teman lainnya untuk bisa menghasilkan sebuah karya yang bernilai tinggi. Dengan melukis pun anda pastinya akan membentuk sebuah gambar yang ada di imanjinasi atau pikiran anda dengan perasaan.